Penyebab Kanker Nasofaring

Penyebab dari kanker nasofaring bersifat multifaktor. Namun penyebab utamanya adalah virus Epstein Barr (VEB). Virus yang juga menjadi penyebab kanker lain ini sebenarnya menyerang penderita kanker nasofaring sejak penderita berusia muda atau anak-anak.

VEB masuk pada seseorang yang sering terserang  infeksi, daya tahan tubuh yang rendah atau gaya hidup tidak sehat. Sebenaranya virus ini bisa terdaoat pada setiap orang, bahkan 95% manusia didunia dinyatakan positif VEB, sehingga sering dijuluki Every Body Virus (EBV).

Hanya saja VEB tidak langsung memberikan gejala saat masuk dalam tubuh melainkan tertidur dalam mukosan atau saluran nafas. VEB akan aktif jika didukung dengan faktor lain misalnya : perokok (baik pasif atau aktif), imunitas tubuh yang rendah, riwayat kanker pada keluarga, kurang istirahat, stres, sering infeksi, polusi, makanan yang mengandung karsinogenik (makanan yang dibakar) atau paparan pestisida, ikan asin dengan pengawet (dinitrosamin formaldehida, dll).

Kanker nasofaring menyerang 6,2 dari 100 ribu orang. Kanker jenis ini bisa mengenai siapa saja yang memiliki faktor resiko. Berdasarakan pengamatan, kanker nasofaring lebih banbyak menyerang laki-laki dibandingkan wanita.

Sementara berdasarkan kelompok umur, kanker nasofaring awalnya lebih banyak menyerang usia 50-60 tahun. Namun belakangan jenis kanker ini menujukkan pergerseran menyerang pada usia 40-50 tahun, bahkan anak-anak yang berusia 10-20 tahun.

Mendeteksi kanker nasofaring memang tidak mudah. Ini tak lain akibat letak anatomis yang sulit, yaitu dibelakang hidung dekat muara tuba. Deteksi utamanya, harus didasarkan pada gejala klinik, ada tidaknya gejala dini yang disebutkan diatas seperti unilateral sindrom (keluhan satu sisi, hanya saja memang agak sulit, mengingat gejalanya yang tidak mudah didiagnosis dan mirip gejala penyakit lain).

Sedangkan deteksi penunjangnya bisa dilakukan dengan menggunakan kaca laring atau pemeriksaan endoskopi rigid (kaku) atau fiber 9mampu menjangkau daerah pita suara). Pemeriksaan menggunakan kaca laring dapat dilakukan oleh dokter umum yang sudah terbiasa melakukannya. Selain itu jiuga sedikit membuat pasien tidak nyaman. Apabila ditemukan kelainan, dokter umum dapat mengkonsulkan kepada ahli THT untuk dapat dilakukan pemeriksaan naseondoskopi untuk memastikan ada tidaknya tumor di nasofaring.

Cara lainnya, yaitu CT-scan (melihat asimetrik di daerah nasofaring), biopsi nasofaring dan pemeriksaan virus Epstein Barr melalui tes darah). Pemeriksaan memang harus dilakukan secara terpadu dan saling menunjang, karena apabila hasil pemeriksaan virus positf belum tentu pasien ini menderita KNF. Apalagi, virus ini bisa terdapat pada hampir semuanya orang. Hanya saja test ini bisa dipakai sebagai screening untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya, apalagi bila ditemukan faktor resiko lain.

Cara Pemesanan Kapsul Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme)

Jual Kapsul Keladi Tikus Obat Herbal Tradisional Untuk Pengobatan Kanker, Tumor & Kista

Harga Keladi Tikus

Harga Keladi Tikus ( Typhonium Flagelliforme ) Obat Kanker Nasofaring

Harga Kapsul Keladi Tikus 1 Botol isi 60 kapsul = Rp.115.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Harga Paket Hemat Keladi Tikus ( Typhonium Flagelliforme ) Obat Kanker Nasofaring

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan Cepat Kapsul Keladi Tikus:

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Keladi Tikus, Jumlah Botol yang dipesan atau beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Nasofaring and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *